“Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah agar menjadi kaya. Jangan menunggu sukses baru bersyukur tapi bersyukurlah agar bertambah sukses”
Minggu, 27 Januari 2013
10 Penemuan Ilmuwan Islam yang Memengaruhi Dunia
Kehidupan modern sekarang ini tak lepas
dari penemuan-penemuan ilmuwan Islam, mereka sangat berjasa atas
berbagai kemajuan teknologi sekarang namun sayangnya mereka tidak
terlalu dikenal dan bahkan terlupakan. Sedangkan Ilmuwan barat lebih
dikenal padahal temuan mereka hanyalah pengembangan dari pemikiran para
ilmuwan muslim terdahulu. Berikut ini beberapa penemuan muslim yang
luar biasa:
Operasi Bedah

Al-Zahrawi dan Kitab Al-Tasrif li man ajaz an-il-taliI terjemahan Latin
Peletak dasar-dasar ilmu bedah modern adalah Al-Zahrawi(936
M -1013 M). Orang Barat mengenalnya sebagai Abulcassis. Al-Zahrawi
adalah seorang dokter bedah yang amat fenomenal. Karya dan hasil
pemikirannya banyak diadopsi para dokter di dunia Barat.
‘’Prinsip-prinsip ilmu kedokteran yang diajarkan Al- Zahrawi menjadi
kurikulum pendidikan kedokteran di Eropa,’‘ ujar Dr Campbell dalam
History of Arab Medicine.
Ahli bedah yang termasyhur hingga ke abad 21 itu bernama lengkap Abu al-Qasim Khalaf ibn al-Abbas Al-Zahrawi.
Ia terlahir pada tahun 936 M di kota Al-Zahra, sebuah kota berjarak
9,6 km dari Cordoba, Spanyol. Al-Zahrawi merupakan keturunan Arab Ansar
yang menetap di Spanyol.
Al- Zahrawi meninggalkan sebuah ‘harta karun’ yang tak ternilai harganya bagi ilmu kedokteran yakni berupa Kitab Al-Tasrif li man ajaz an-il-taliI
sebuah ensiklopedia kedokteran. Kitab yang dijadikan sekolah
kedokteran di Eropa itu terdiri dari 30 volume. Dalam kitab yang
diwariskannya bagi peradaban dunia itu, Al-Zahrawi secara rinci dan
lugas mengupas tentang ilmu bedah, orthopedi, opththalmologi,
farmakologi, serta ilmu kedokteran secara umum. Ia juga mengupas
tentang kosmetika. Al-Zahrawi pun ternyata begitu berjasa dalam bidang
kosmetika. Sederet produk kosmetika seperti deodoran, hand lotion,
pewarna rambut yang berkembang hingga kini merupakan hasil karya
Al-Zahrawi.
Pesawat Terbang

Ibnu Firnas dan Sketsa mesin terbangnya
Abbas Qasim Ibnu Firnas(di Barat dikenal
dengan nama Armen Firman) dilahirkan pada tahun 810 Masehi di Izn-Rand
Onda, Al-Andalus (kini Ronda, Spanyol). Dia dikenal ahli dalam
berbagai disiplin ilmu, selain seorang ahli kimia, ia juga seorang
humanis, penemu, musisi, ahli ilmu alam, penulis puisi, dan seorang
penggiat teknologi. Pria keturunan Maroko ini hidup pada saat
pemerintahan Khalifah Umayyah di Andalusia (Spanyol).
Pada tahun 852, di bawah pemerintahan
Khalifah Abdul Rahman II, Ibnu Firnas memutuskan untuk melakukan ujicoba
‘terbang’ dari menara Masjid Mezquita di Cordoba dengan menggunakan
semacam sayap dari jubah yang disangga kayu. Sayap buatan itu ternyata
membuatnya melayang sebentar di udara dan memperlambat jatuhnya, ia pun
berhasil mendarat walau dengan cedera ringan. Alat yang digunakan Ibnu
Firnas inilah yang kemudian dikenal sebagai parasut pertama di dunia.
Pada tahun 875, saat usianya menginjak
65 tahun, Ibnu Firnas merancang dan membuat sebuah mesin terbang yang
mampu membawa manusia. Setelah versi finalnya berhasil dibuat, ia
sengaja mengundang orang-orang Cordoba untuk turut menyaksikan
penerbangan bersejarahnya di Jabal Al-‘Arus (Mount of the Bride)di
kawasan Rusafa, dekat Cordoba.
Penerbangan yang disaksikan secara luas
oleh masyarakat itu terbilang sangat sukses. Sayangnya, karena cara
meluncur yang kurang baik, Ibnu Firnas terhempas ke tanah bersama
pesawat layang buatannya. Dia pun mengalami cedera punggung yang sangat
parah. Cederanya inilah yang membuat Ibnu Firnas tak berdaya untuk
melakukan ujicoba berikutnya.
Abbas Ibnu Firnas wafat pada tahun 888,
dalam keadaan berjuang menyembuhkan cedera punggung yang diderita
akibat kegagalan melakukan ujicoba pesawat layang buatannya.
Walaupun percobaan terbang menggunakan
sepasang sayap dari bulu dan rangka kayu tidak berhasil dengan
sempurna, namun gagasan inovatif Ibnu Firnas kemudian dipelajari Roger
Bacon 500 tahun setelah Firnas meletakkan teori-teori dasar pesawat
terbangnya. Kemudian sekitar 200 tahun setelah Bacon (700 tahun
pascaujicoba Ibnu Firnas), barulah konsep dan teori pesawat terbang
dikembangkan.
Logaritma dan Aljabar

Al-Khawarizmi dan Kitab Al-Khawarizmi
yang bernama lengkap Muḥammad bin Musa al-Khawarizmi adalah seorang
ahli matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari
Persia. Lahir sekitar tahun 780 di Khwārizm (sekarang Khiva,
Uzbekistan) dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad. Hampir sepanjang
hidupnya, ia bekerja sebagai dosen di Sekolah Kehormatan di Baghdad
Buku pertamanya, al-Jabar, adalah
buku yang membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat.
Sehingga ia disebut sebagai Bapak Aljabar. Translasi bahasa Latin dari
Aritmatika beliau, yang memperkenalkan angka India, kemudian
diperkenalkan sebagai Sistem Penomoran Posisi Desimal di dunia Barat
pada abad ke 12. Ia merevisi dan menyesuaikan Geografi Ptolemeus sebaik
mengerjakan tulisan-tulisan tentang astronomi dan astrologi.
Kontribusi beliau tak hanya berdampak besar pada matematika, tapi juga dalam kebahasaan. Kata Aljabar berasal dari kata al-Jabr,
satu dari dua operasi dalam matematika untuk menyelesaikan notasi
kuadrat, yang tercantum dalam buku beliau. Kata logarisme dan logaritma
diambil dari kata Algorismi, Latinisasi dari nama beliau. Nama beliau juga di serap dalam bahasa Spanyol Guarismo dan dalam bahasa Portugis, Algarismo yang berarti digit.
Angka 0 (Nol)
Selain penemu Logaritma dan Aljabar, Al
Khawarizmi juga dikenal sebagai penemu angka 0 (nol) yang dalam bahasa
Arab disebut sifr. Angka nol baru dikenal dan dipergunakan orang Barat
sekitar 250 tahun setelah ditemukan oleh Al Khawarizmi. Sebelumnya
para ilmuwan mempergunakan abakus, semacam daftar yang menunjukkan
satuan, puluhan, ratusan, ribuan, dan seterusnya, untuk menjaga agar
setiap angka tidak saling tertukar dari tempat yang telah ditentukan
dalam hitungan.
Optik

Ibnu Haytham dan Gambar optik mata
Ibnu Haytham atau Alhazen, begitu orang
Barat menyebutnya, dunia memberinya gelar kehormatan sebagai Bapak
Optik. Bernama lengkap Abu Ali Muhammad ibnu Al-Hasan ibnu Al-Haytham. Ia merupakan sarjana Muslim terkemuka yang lahir di Basrah, Irak pada 965 M.
Penelitiannya tentang cahaya memberikan
ilham kepada ahli sains Barat seperti Boger, Bacon, dan Kepler yang
menciptakan mikroskop serta teleskop. Dialah orang pertama yang menulis
dan menemukan berbagai data penting mengenai cahaya. Konon, dia telah
menulis tak kurang dari 200 judul buku.
Dalam karya monumentalnya, Kitab Al-Manadhir, teori
optik pertama kali dijelaskan. Hingga 500 tahun kemudian, teori Ibnu
Haytham ini dikutip banyak ilmuwan. Tak banyak orang yang tahu bahwa
orang pertama yang menjelaskan soal mekanisme penglihatan pada manusia
(yang menjadi dasar teori optik modern) adalah ilmuwan Muslim asal Irak
tersebut.
Selama lebih dari 500 tahun, kitab
Al-Manadhir terus bertahan sebagai buku paling penting dalam ilmu
optik. Pada 1572, karya Ibnu Haytham ini diterjemahkan ke dalam bahasa
Latin dengan judul Opticae Thesaurus. Haitham juga mencatatkan
namanya sebagai orang pertama yang menggambarkan seluruh detil bagian
indra pengelihatan manusia. Ia memberikan penjelasan yang ilmiah
tentang bagaimana proses manusia bisa melihat. Salah satu teorinya yang
terkenal adalah ketika ia mematahkan teori penglihatan yang diajukan
dua ilmuwan Yunani, Ptolemy dan Euclid.
Sayangnya, hanya sedikit yang terisa. Bahkan karya monumentalnya, Kitab Al-Manadhir,
tidak diketahui lagi rimbanya. Orang hanya bisa mempelajari
terjemahannya yang ditulis dalam bahasa Latin. Kekurangpedulian umat
Islam terhadap karya-karya ilmuwan terdahulu, telah membuat Islam
tertinggal.
Mesin Robot

Al Jazari dan Diagram a hydropowered water-raising machine
Al Jazari (1136-1206)
mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan mesin yang kemudian
hari dikenal sebagai mesin robot. Al Jazari merupakan seorang tokoh
besar di bidang mekanik dan industri pada abad ke-12. Lahir dari Al
Jazira, yang terletak diantara sisi utara Irak dan timur laut Syiria,
tepatnya antara Sungai Tigris dan Efrat. Al-Jazari merupakan ahli
teknik yang luar biasa pada masanya.
Nama lengkapnya adalah Badi Al-Zaman Abullezz Ibn Alrazz Al-Jazari dia
tinggal di Diyar Bakir, Turki, selama abad kedua belas. Al-Jazari
mendapat julukan sebagai Bapak Modern Engineering berkat
temuan-temuannya yang banyak mempengaruhi rancangan mesin-mesin modern
saat ini, diantaranya combustion engine, crankshaft, suction pump,
programmable automation, dan banyak lagi.
Dia adalah penulis Kitáb fí ma'rifat al-hiyal al-handasiyya (Buku Pengetahuan Ilmu Mekanik)
tahun 1206. Beliau mendokumentasikan lebih dari 50 karya temuannya,
lengkap dengan rincian gambar-gambarnya, Bukunya ini berisi tentang
teori dan praktik mekanik. Karyanya ini sangat berbeda dengan karya
ilmuwan lainnya, karena dengan piawainya Al-Jazari membeberkan secara
detail hal yang terkait dengan mekanika. Dan merupakan kontribusi yang
sangat berharga dalam sejarah teknik.
Donald Routledge dalam bukunya Studies
in Medieval Islamic Technology, mengatakan bahwa hingga zaman modern
ini, tidak satupun dari suatu kebudayaan yang dapat menandingi
lengkapnya instruksi untuk merancang, memproduksi dan menyusun berbagai
mesin sebagaimana yang disusun oleh Al-Jazari.
Universitas

Universitas Al-Qarawiyyin
Universitas Al-Qarawiyyin atau Al-Karaouine (bahasa Arab: جامعة القرويين)
(transliterasi dari nama lainnya meliputi Qarawiyin, Kairouyine,
Kairaouine, Qairawiyin, Qaraouyine, Quaraouiyine, Quarawin, dan
Qaraouiyn) adalah universitas pertama di dunia yang berlokasi di Fes,
Maroko yang didirikan pada tahun 859. Universitas ini telah dan terus
menjadi salah satu pusat spiritual dan pendidikan terkemuka dari dunia
Muslim.
Al-Qarawiyyin adalah bagian dari masjid,
didirikan pada tahun 859 oleh Fatima al-Fihria, putri seorang pedagang
kaya bernama Muhammad Al-Fihri. Keluarga Al-Fihri telah bermigrasi
dari Kairouan (di sinilah asal nama masjid), Tunisia ke Fes pada awal
abad ke-9, bergabung dengan komunitas pendatang lainnya dari Kairouan
yang telah menetap di sebuah distrik barat kota. Fatima dan kakaknya
Mariam, baik dari mereka berpendidikan, mewarisi sejumlah besar uang
dari ayah mereka. Fatima berjanji untuk menghabiskan seluruh warisannya
pada pembangunan masjid yang cocok untuk komunitasnya.
Penemuan Sabun

Salah satu penemuan penting yang dicapai
umat Islam di era keemasannya adalah sabun. Sejak abad ke-7 M, umat
Muslim telah mengembangkan sebuah gaya hidup higienis yang mutakhir.
Menurut Ahmad Y Al-Hassan dalam bukunya
berjudul, Technology Transfer in the Chemical Industries, kota-kota
Islam seperti Nablus (Palestina), Kufah dan Basrah (Irak) telah menjadi
sentra industri sabun.
“Sabun yang kita kenal hari ini adalah
warisan dari peradaban Islam,” papar Al-Hassan. Menurut Al-Hassan,
sabun yang terbuat dari minyak sayuran, seperti minyak zaitun serta
minyak aroma, pertama kali diproduksi para kimiawan Muslim di era
kekhalifahan. Salah seorang sarjana Muslim yang telah mampu menciptakan
formula sabun adalah Al-Razi, ahli kimia dari Persia.
"Hingga kini, formula untuk membuat
sabun tak pernah berubah,” cetus Al-Hassan. Sabun yang dibuat umat
Muslim di zaman kejayaan sudah menggunakan pewarna dan pewangi. Selain
itu, ada sabun cair dan ada pula sabun batangan. Bahkan, pada masa itu
sudah tercipta sabun khusus untuk mencukur kumis dan janggut.
Selain itu, resep pembuatan sabun yang
lengkap tercatat dalam sebuah risalah bertarikh abad 13 M. Manuskrip
itu memaparkan secara jelas dan detail tata cara pembuatan sabun. Fakta
ini menunjukkan betapa dunia Islam telah jauh lebih maju dibandingkan
peradaban Barat. Masyarakat Barat, khususnya Eropa, diperkirakan baru
mengenal pembuatan sabun pada abad ke-16 M.
Perancang Air Mancur

Dalam berbagai catatan sejarah Islam,
terungkap bahwa umat Islam menjadi umat pertama yang menggunakan media
air dalam rancangan sebuah taman. Maupun memanfaatkan media air untuk
memperindah ruangan, baik di rumah, masjid, istana, dan taman umum.
Perancang beragam bentuk air mancur adalah Banu Musa Bersaudara
hidup pada abad ke-9. Mereka adalah ilmuwan yang sangat aktif
berkegiatan di Bayt al-Hikmah, Baghdad, Irak. Ini merupakan sebuah
tempat yang terkenal dengan perpustakaan dan penerjemahan beragam ilmu
pengetahuan. Banu Musa bersaudara merupakan putra-putra dari Musa ibn Shakir
yang bekerja sebagai ahli astrologi Khalifah al-Ma'mun. Pada saat Musa
ibn Shakir meninggal, dia meninggalkan anak-anaknya yang masih muda
dalam lingkungan kekhalifahan.
Banu Musa terdiri atas tiga bersaudara. Yang pertama adalah Abu Ja'far Muhammad ibn Musa ibn Shakir (803-873). Dia memiliki keahlian khusus di bidang astronomi, teknik, geometri, dan fisika. Kemudian, ada juga Ahmad bin Musa ibn Shakir (803-873) yang memiliki keahlian khusus di bidang teknik dan mekanik. Selain itu, juga ada Al-Hasan bin Musa ibn Shakir (810-873). Dia pun memiliki keahlian yang sangat dikuasainya, yaitu bidang rekayasa dan geometri.
Kitab al-Hiyal atau Kitab
Perangkat Mekanik merupakan hal bernilai yang ditinggalkan Banu Musa
bersaudara. Melalui kitab ini, mereka memberikan warisan berguna bagi
perkembangan teknik dan arsitektur dalam dunia Islam.
Dalam kitabnya, Banu Musa bersaudara
menciptakan rancangan pembuatan air mancur dalam beragam teknik dan
trik. Mereka menerapkan beragam prinsip geometri dan fisika untuk
membuat air mancur. Kitab tersebut juga memuat tujuh model atau
rancangan air mancur.
Hukum Gravitasi Universal

Dunia mengenal Sir Isaac Newton
(Principia, 1687) sebagai penemu pertama "hukum gravitasi universal"
namun sebenarnya jauh sebelum Newton, ilmuan Islam yang juga salah satu
dari Banu Musa Bersaudara bernama Abu Ja'far Muhammad ibn Musa ibn Shakir
yang hidup antara tahun 803-873 di Baghdad, Irak. sudah menciptakan
hipotesis akan adanya suatu Daya Tarik raksasa dalam pergerakan
benda-benda luar angkasa.
Abu Ja'far Muhammad, yang memiliki
keahlian khusus di bidang astronomi, teknik, geometri, dan fisika.
dalam Kitab al-Hiyal, memberikan penjelasan tentang gerakan bola.
Dalam buku tersebut, dia juga menuliskan penemuannya tentang
benda-benda langit yang menjadi subjek dalam hukum fisika bumi.
Karya Abu Ja'far Muhammad lainnya
adalah pembahasan tentang gerakan bintang dan hukum tarik-menarik. Ia
mengungkapkan adanya gaya tarik-menarik antara benda-benda langit. Hal
ini membuktikan bahwa hukum gravitasi Newton berlaku secara universal.
Itulah sebagian dari Penemuan Ilmuwan
Islam yang Mempengaruhi Dunia masih banyak penemuan-penemuan lainnya
semoga kita dapat membahasnya lain kali, dan terima kasih atas
kunjungan sobat semua.
Jumat, 04 Januari 2013
Fakta Ilmiah Hadist Rasulullah tentang Lalat
Hadist atau pesan Rasulullah ini
“Jika jatuh seekor lalat pada minuman kalian maka benamkanlah,
karena di salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang
satunya terdapat penyembuhnya” [HR. Bukhari]
dibuktikan oleh para ilmuwan,
Sebagaimana mereka mempelajari daripada serangga–serangga yang ada di
bumi. Mereka menemukan dahsyatnya dan kehebatan serangga–serangga yang
menakjubkan bahwa lalat itu mengepakkan sayapnya sebanyak 200 hingga
400X setiap detiknya. Dan setiap detik ia menggerakkan sayapnya 200
hingga 400X gerakan. Dan juga pada satu hewan yang disebut “Ganjur”
bahkan sampai mengepakkan sayapnya 1000X setiap detiknya.
Para ilmuwan mempelajari 4 jenis serangga, mereka mendalaminya dan
dikatakan kami baru mempelajari 4 macam serangga dan masih tersisa lebih
dari 10 juta macam serangga di muka bumi.
Dan tentunya juga, demikian banyak mereka melakukan penemuan–penemuan dan keajaiban pada serangga sehingga mereka mengatakan bahwa didalam setiap sayap seekor lalat itu ada daripada fungsi–fungsi elevator dan fungsi–fungsi depressor, yaitu fungsi mengangkat dan menurunkan sayapnya.
Dan itu bergerak 200 hingga 400X setiap detiknya dan gerakan lalat itu yang demikian sangat menakjubkannya itu selalu bergerak dalam bermenit–menit atau berjam–jam.
Dan tentunya juga, demikian banyak mereka melakukan penemuan–penemuan dan keajaiban pada serangga sehingga mereka mengatakan bahwa didalam setiap sayap seekor lalat itu ada daripada fungsi–fungsi elevator dan fungsi–fungsi depressor, yaitu fungsi mengangkat dan menurunkan sayapnya.
Dan itu bergerak 200 hingga 400X setiap detiknya dan gerakan lalat itu yang demikian sangat menakjubkannya itu selalu bergerak dalam bermenit–menit atau berjam–jam.
Gerakan otot yang sedemikian cepatnya menggerakkan sayap seekor
lalat yang sangat kecil. Seekor lalat yang kecil, yang dijelaskan oleh
para ilmuwan dari Australia bahwa seekor lalat itu terbukti pada sebelah
sayapnya ditemukan 1 gen refilin yaitu gen yang mempunyai 2 fungsi
yakni fungsi pada industri dan fungsi pada kesehatan.
Fungsi pada industri bahwa gen refilin ini lebih dahsyat dan lebih
kuat dari semua jenis karet yang ada yang telah dibuat oleh banyak orang
di muka bumi ini. Jenis karetnya diambil dari pohon karet atau lainnya,
gen refilin yang ada di sayap lalat itu lebih kuat dan lebih hebat jika
dipakai sebagai karet karena ia mempunyai daya dorong dan daya tekan
yang sangat kuat serta daya pental yang demikian dahsyat dan itu ada
pada sayap seekor lalat dan serangga lain hingga ia dapat bergetar
hingga 1000X dalam setiap detiknya seperti hewan ganjur dan juga
beberapa hewan serangga lainnya.
Dan dalam fungsi kesehatannya bahwa gen refilin itu adalah satu gen
yang bisa mengobati penyakit–penyakit yang ada pada syaraf–syaraf
arteri, pada syaraf–syaraf meina. Syaraf arteri yang banyak terjadi
penyumbatan, gen–gen refilin yang ada di sayap seekor lalat itulah yang
dapat mengobatinya.
Demikian indahnya dan demikian sempurnanya dan demikian jeniusnya
Rasulullah Muhammad Saw. Jika jatuh lalat pada minuman kalian,
tenggelamkan ia. Maksudnya gen–gen refilin yang ada di sayapnya itu
supaya bertebaran di air pula hingga menjadikan airnya itu tersucikan
daripada bakteri–bakteri yang ada pada sayap lainnya.
Di antara mu’jizat kenabian Rasulullah dari aspek kedokteran yang
harus ditulis dengan tinta emas oleh sejarah kedokteran adalah alat
pembuat sakit dan alat pembuat obat pada kedua sayap lalat sudah beliau
ungapkan 14 abad sebelum dunia kedokteran berbicara. Dan penyebutan
lalat pada hadits itu adalah bahwa air tetap suci dan bersih jika
dihinggapi lalat yang membawa bakteri penyebab sakit kemudian kita
celupkan lalat tersebut agar sayap pembawa obat (penawarnya) pun
tercelup ke air.
Dan percobaan ilmiah kontemporer pun sudah dilakukan untuk
mengungkapkan rahasia di balik hadits ini. Bahwasannya ada kekhususan
pada salah salah satu sayapnya yang sekaligus menjadi penawar atau obat
terhadap bakteri yang berada pada sayap lainnya.
Oleh karena itu, apabila seekor lalat dicelupkan ke dalam air
keseluruhan badannya, maka bakteri yang ada padanya akan mati, dan hal
ini cukup untuk menggagalkan “usaha lalat” dalam meracuni manusia,
sebagaimana hal ini pun telah juga ditegaskan secara ilmiah. Yaitu bahwa
lalat memproduksi zat sejenis enzim yang sangat kecil yang dinamakan
Bakter Yofaj, yaitu tempat tubuhnya bakteri.
Dan tempat ini menjadi tumbuhnya bakteri pembunuh dan bakteri
penyembuh yang ukurannya sekitar 20:25 mili mikron. Maka jika seekor
lalat mengenai makanan atau minuman, maka harus dicelupkan keseluruhan
badan lalat tersebut agar keluar zat penawar bakteri tersebut. Maka
pengetahuan ini sudah dikemukakan oleh Nabi kita Muhammad sallallahu
‘alaihi wasallam dengan gambaran yang menakjubkan bagi siapapun yang
menolak hadits tentang lalat tersebut.
Dan Dr. Amin Ridha, Dosen Penyakit Tulang di Jurusan Kedokteran
Univ. Iskandariyah, telah melakukan penelitian tentang “hadits lalat
ini” dan menegaskan bahwa di dalam rujukan-rujukan kedokteran masa silam
ada penjelasan tentang berbagai penyakit yang disebabkan oleh lalat.
Dan di zaman sekarang, para pakar penyakit yang mereka hidup berpuluh-puluh tahun, baru bisa mengungkap rahasia ini, padahal sudah dibongkar informasinya sejak dahulu. Yaitu kurang lebih 30-an tahun yang lalu mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri obat berbagai penyakit yang sudah kronis dan pembusukan yang sudah menahun adalah dengan lalat.
Dan di zaman sekarang, para pakar penyakit yang mereka hidup berpuluh-puluh tahun, baru bisa mengungkap rahasia ini, padahal sudah dibongkar informasinya sejak dahulu. Yaitu kurang lebih 30-an tahun yang lalu mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri obat berbagai penyakit yang sudah kronis dan pembusukan yang sudah menahun adalah dengan lalat.
Berdasarkan hal ini, jelaslah bahwa ilmu pengetahuan dalam
perkembangannya telah menegaskan penjelasannya dalam terori ilmiah
sesuai dengan hadits yang mulia ini. Dan mukjizat ini sudah dikemukakan
semenjak dahulu kala, 14 abad yang silam sebelum para pakar kedokteran
mengungkapkannya baru-baru ini.
Manusia melihatnya dengan mikroskop dan selama puluhan tahun mereka
menelitinya tapi Sang Nabi SAW tahu di sayap lalat itu ada gen
penyembuh, ada gen penyakit sampai butiran gen dan sel yang ada disayap
lalat diketahui oleh Rasulullah Muhammad SAW atas petunjuk dari Allah
SWT sebagai sang Maha Pencipta segala sesuatu dan Maha Mengetahui akan
seluk beluk ciptaanNya. Wallahu’alam bishawab...
Penyembelihan Hewan secara Islam vs Barat
Di bawah ini adalah tulisan yang disadur dan diringkas oleh Usman
Effendi AS dari makalah tulisan Nanung Danar Dono, S.Pt, M.P.,
Sekretaris Eksekutif LP.POM-MUI Propinsi DIY dan Dosen Fakultas
Peternakan UGM Yogyakarta:|
Melalui penelitian ilmiah yang dilakukan oleh dua staf ahli peternakan dari Hannover University, sebuah universitas terkemuka di Jerman. Yaitu: Prof.Dr. Schultz dan koleganya, Dr. Hazim. Keduanya memimpin satu tim penelitian terstruktur untuk menjawab pertanyaan: Manakah yang lebih baik dan paling tidak sakit, penyembelihan secara Syari’at Islam yang murni (tanpa proses pemingsanan) ataukah penyembelihan dengan cara Barat (dengan pemingsanan)?
Keduanya merancang penelitian sangat canggih, mempergunakan sekelompok sapi yang telah cukup umur (dewasa). Pada permukaan otak kecil sapi-sapi itu dipasang elektroda (microchip) yang disebut Electro-Encephalograph (EEG). Microchip EEG dipasang di permukaan otak yang menyentuh titik (panel) rasa sakit di permukaan otak, untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit sapi ketika disembelih. Di jantung sapi-sapi itu juga dipasang Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar karena disembelih.
Untuk menekan kesalahan, sapi dibiarkan beradaptasi dengan EEG maupun ECG yang telah terpasang di tubuhnya selama beberapa minggu. Setelah masa adaptasi dianggap cukup, maka separuh sapi disembelih sesuai dengan Syariat Islam yang murni, dan separuh sisanya disembelih dengan menggunakan metode pemingsanan yang diadopsi Barat.
Dalam Syariat Islam, penyembelihan dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam, dengan memotong tiga saluran pada leher bagian depan, yakni: saluran makanan, saluran nafas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu: arteri karotis dan vena jugularis. Patut pula diketahui, syariat Islam tidak merekomendasikan metoda atau teknik pemingsanan. Sebaliknya, Metode Barat justru mengajarkan atau bahkan mengharuskan agar ternak dipingsankan terlebih dahulu sebelum disembelih.
Selama penelitian, EEG dan ECG pada seluruh ternak sapi itu dicatat untuk merekam dan mengetahui keadaan otak dan jantung sejak sebelum pemingsanan (atau penyembelihan) hingga ternak itu benar-benar mati. Nah, hasil penelitian inilah yang sangat ditunggu-tunggu!
Dari hasil penelitian yang dilakukan dan dilaporkan oleh Prof. Schultz dan Dr. Hazim di Hannover University Jerman itu dapat diperoleh beberapa hal sbb.:
>> Penyembelihan Menurut Syariat Islam <<
Hasil penelitian dengan menerapkan praktek penyembelihan menurut Syariat Islam menunjukkan:
Pertama :
Pada 3 detik pertama setelah ternak disembelih (dan ketiga saluran pada leher sapi bagian depan terputus), tercatat tidak ada perubahan pada grafik EEG. Hal ini berarti bahwa pada 3 detik pertama setelah disembelih itu, tidak ada indikasi rasa sakit.
Kedua :
Pada 3 detik berikutnya, EEG pada otak kecil merekam adanya penurunan grafik secara bertahap yang sangat mirip dengan kejadian deep sleep (tidur nyenyak) hingga sapi-sapi itu benar-benar kehilangan kesadaran. Pada saat tersebut, tercatat pula oleh ECG bahwa jantung mulai meningkat aktivitasnya.
Ketiga :
Setelah 6 detik pertama itu, ECG pada jantung merekam adanya aktivitas luar biasa dari jantung untuk menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar. Hal ini merupakan refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang (spinal cord). Pada saat darah keluar melalui ketiga saluran yang terputus di bagian leher tersebut, grafik EEG tidak naik, tapi justru drop (turun) sampai ke zero level (angka nol). Hal ini diterjemahkan oleh kedua peneliti ahli itu bahwa: “No feeling of pain at all!” (tidak ada rasa sakit sama sekali!).
Keempat :
Karena darah tertarik dan terpompa oleh jantung keluar tubuh secara maksimal, maka dihasilkan healthy meat (daging yang sehat) yang layak dikonsumsi bagi manusia. Jenis daging dari hasil sembelihan semacam ini sangat sesuai dengan prinsip Good Manufacturing Practise (GMP) yang menghasilkan Healthy Food.
>> Penyembelihan Cara Barat <<
Pertama :
Segera setelah dilakukan proses stunning (pemingsanan), sapi terhuyung jatuh dan collaps (roboh). Setelah itu, sapi tidak bergerak-gerak lagi, sehingga mudah dikendalikan. Oleh karena itu, sapi dapat pula dengan mudah disembelih tanpa meronta-ronta, dan (tampaknya) tanpa (mengalami) rasa sakit. Pada saat disembelih, darah yang keluar hanya sedikit, tidak sebanyak bila disembelih tanpa proses stunning (pemingsanan).
Kedua :
Segera setelah proses pemingsanan, tercatat adanya kenaikan yang sangat nyata pada grafik EEG. Hal itu mengindikasikan adanya tekanan rasa sakit yang diderita oleh ternak (karena kepalanya dipukul, sampai jatuh pingsan).
Ketiga :
Grafik EEG meningkat sangat tajam dengan kombinasi grafik ECG yang drop ke batas paling bawah. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan rasa sakit yang luar biasa, sehingga jantung berhenti berdetak lebih awal. Akibatnya, jantung kehilangan kemampuannya untuk menarik dari dari seluruh organ tubuh, serta tidak lagi mampu memompanya keluar dari tubuh.
Keempat :
Karena darah tidak tertarik dan tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, maka darah itu pun membeku di dalam urat-urat darah dan daging, sehingga dihasilkan unhealthy meat (daging yang tidak sehat), yang dengan demikian menjadi tidak layak untuk dikonsumsi oleh manusia. Disebutkan dalam khazanah ilmu dan teknologi daging, bahwa timbunan darah beku (yang tidak keluar saat ternak mati/disembelih) merupakan tempat atau media yang sangat baik bagi tumbuh-kembangnya bakteri pembusuk, yang merupakan agen utama merusak kualitas daging.
Bukan Ekspresi Rasa Sakit!
Kejang dan meregangkan otot pada saat ternak disembelih ternyata bukanlah ekspresi rasa sakit! Sangat jauh berbeda dengan dugaan kita sebelumnya! Bahkan mungkin sudah lazim menjadi keyakinan kita bersama, bahwa setiap darah yang keluar dari anggota tubuh yang terluka, pastilah disertai rasa sakit dan nyeri. Terlebih lagi yang terluka adalah leher dengan luka terbuka yang menganga lebar…!
Hasil penelitian Prof. Schultz dan Dr. Hazim justru membuktikan yang sebaliknya. Yakni bahwa pisau tajam yang mengiris leher (sebagai syariat Islam dalam penyembelihan ternak) ternyata tidaklah ‘menyentuh’ saraf rasa sakit. Oleh karenanya kedua peneliti ahli itu menyimpulkan bahwa sapi meronta-ronta dan meregangkan otot bukanlah sebagai ekspresi rasa sakit, melainkan sebagai ekspresi ‘keterkejutan otot dan saraf’ saja (yaitu pada saat darah mengalir keluar dengan deras). Mengapa demikian? Hal ini tentu tidak terlalu sulit untuk dijelaskan, karena grafik EEG tidak membuktikan juga tidak menunjukkan adanya rasa sakit itu.
Hadits Rasulullah tentang penyembelihan ini:
“…….. dan apabila kalian menyembelih, maka hendaklah berbuat ihsan dalam menyembelih. (Yaitu) hendaklah salah seorang dari kalian menajamkan pisaunya agar meringankan binatang yang disembelihnya.” (H.R. Muslim).
Melalui penelitian ilmiah yang dilakukan oleh dua staf ahli peternakan dari Hannover University, sebuah universitas terkemuka di Jerman. Yaitu: Prof.Dr. Schultz dan koleganya, Dr. Hazim. Keduanya memimpin satu tim penelitian terstruktur untuk menjawab pertanyaan: Manakah yang lebih baik dan paling tidak sakit, penyembelihan secara Syari’at Islam yang murni (tanpa proses pemingsanan) ataukah penyembelihan dengan cara Barat (dengan pemingsanan)?
Keduanya merancang penelitian sangat canggih, mempergunakan sekelompok sapi yang telah cukup umur (dewasa). Pada permukaan otak kecil sapi-sapi itu dipasang elektroda (microchip) yang disebut Electro-Encephalograph (EEG). Microchip EEG dipasang di permukaan otak yang menyentuh titik (panel) rasa sakit di permukaan otak, untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit sapi ketika disembelih. Di jantung sapi-sapi itu juga dipasang Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar karena disembelih.
Untuk menekan kesalahan, sapi dibiarkan beradaptasi dengan EEG maupun ECG yang telah terpasang di tubuhnya selama beberapa minggu. Setelah masa adaptasi dianggap cukup, maka separuh sapi disembelih sesuai dengan Syariat Islam yang murni, dan separuh sisanya disembelih dengan menggunakan metode pemingsanan yang diadopsi Barat.
Dalam Syariat Islam, penyembelihan dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam, dengan memotong tiga saluran pada leher bagian depan, yakni: saluran makanan, saluran nafas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu: arteri karotis dan vena jugularis. Patut pula diketahui, syariat Islam tidak merekomendasikan metoda atau teknik pemingsanan. Sebaliknya, Metode Barat justru mengajarkan atau bahkan mengharuskan agar ternak dipingsankan terlebih dahulu sebelum disembelih.
Selama penelitian, EEG dan ECG pada seluruh ternak sapi itu dicatat untuk merekam dan mengetahui keadaan otak dan jantung sejak sebelum pemingsanan (atau penyembelihan) hingga ternak itu benar-benar mati. Nah, hasil penelitian inilah yang sangat ditunggu-tunggu!
Dari hasil penelitian yang dilakukan dan dilaporkan oleh Prof. Schultz dan Dr. Hazim di Hannover University Jerman itu dapat diperoleh beberapa hal sbb.:
>> Penyembelihan Menurut Syariat Islam <<
Hasil penelitian dengan menerapkan praktek penyembelihan menurut Syariat Islam menunjukkan:
Pertama :
Pada 3 detik pertama setelah ternak disembelih (dan ketiga saluran pada leher sapi bagian depan terputus), tercatat tidak ada perubahan pada grafik EEG. Hal ini berarti bahwa pada 3 detik pertama setelah disembelih itu, tidak ada indikasi rasa sakit.
Kedua :
Pada 3 detik berikutnya, EEG pada otak kecil merekam adanya penurunan grafik secara bertahap yang sangat mirip dengan kejadian deep sleep (tidur nyenyak) hingga sapi-sapi itu benar-benar kehilangan kesadaran. Pada saat tersebut, tercatat pula oleh ECG bahwa jantung mulai meningkat aktivitasnya.
Ketiga :
Setelah 6 detik pertama itu, ECG pada jantung merekam adanya aktivitas luar biasa dari jantung untuk menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar. Hal ini merupakan refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang (spinal cord). Pada saat darah keluar melalui ketiga saluran yang terputus di bagian leher tersebut, grafik EEG tidak naik, tapi justru drop (turun) sampai ke zero level (angka nol). Hal ini diterjemahkan oleh kedua peneliti ahli itu bahwa: “No feeling of pain at all!” (tidak ada rasa sakit sama sekali!).
Keempat :
Karena darah tertarik dan terpompa oleh jantung keluar tubuh secara maksimal, maka dihasilkan healthy meat (daging yang sehat) yang layak dikonsumsi bagi manusia. Jenis daging dari hasil sembelihan semacam ini sangat sesuai dengan prinsip Good Manufacturing Practise (GMP) yang menghasilkan Healthy Food.
>> Penyembelihan Cara Barat <<
Pertama :
Segera setelah dilakukan proses stunning (pemingsanan), sapi terhuyung jatuh dan collaps (roboh). Setelah itu, sapi tidak bergerak-gerak lagi, sehingga mudah dikendalikan. Oleh karena itu, sapi dapat pula dengan mudah disembelih tanpa meronta-ronta, dan (tampaknya) tanpa (mengalami) rasa sakit. Pada saat disembelih, darah yang keluar hanya sedikit, tidak sebanyak bila disembelih tanpa proses stunning (pemingsanan).
Kedua :
Segera setelah proses pemingsanan, tercatat adanya kenaikan yang sangat nyata pada grafik EEG. Hal itu mengindikasikan adanya tekanan rasa sakit yang diderita oleh ternak (karena kepalanya dipukul, sampai jatuh pingsan).
Ketiga :
Grafik EEG meningkat sangat tajam dengan kombinasi grafik ECG yang drop ke batas paling bawah. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan rasa sakit yang luar biasa, sehingga jantung berhenti berdetak lebih awal. Akibatnya, jantung kehilangan kemampuannya untuk menarik dari dari seluruh organ tubuh, serta tidak lagi mampu memompanya keluar dari tubuh.
Keempat :
Karena darah tidak tertarik dan tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, maka darah itu pun membeku di dalam urat-urat darah dan daging, sehingga dihasilkan unhealthy meat (daging yang tidak sehat), yang dengan demikian menjadi tidak layak untuk dikonsumsi oleh manusia. Disebutkan dalam khazanah ilmu dan teknologi daging, bahwa timbunan darah beku (yang tidak keluar saat ternak mati/disembelih) merupakan tempat atau media yang sangat baik bagi tumbuh-kembangnya bakteri pembusuk, yang merupakan agen utama merusak kualitas daging.
Bukan Ekspresi Rasa Sakit!
Kejang dan meregangkan otot pada saat ternak disembelih ternyata bukanlah ekspresi rasa sakit! Sangat jauh berbeda dengan dugaan kita sebelumnya! Bahkan mungkin sudah lazim menjadi keyakinan kita bersama, bahwa setiap darah yang keluar dari anggota tubuh yang terluka, pastilah disertai rasa sakit dan nyeri. Terlebih lagi yang terluka adalah leher dengan luka terbuka yang menganga lebar…!
Hasil penelitian Prof. Schultz dan Dr. Hazim justru membuktikan yang sebaliknya. Yakni bahwa pisau tajam yang mengiris leher (sebagai syariat Islam dalam penyembelihan ternak) ternyata tidaklah ‘menyentuh’ saraf rasa sakit. Oleh karenanya kedua peneliti ahli itu menyimpulkan bahwa sapi meronta-ronta dan meregangkan otot bukanlah sebagai ekspresi rasa sakit, melainkan sebagai ekspresi ‘keterkejutan otot dan saraf’ saja (yaitu pada saat darah mengalir keluar dengan deras). Mengapa demikian? Hal ini tentu tidak terlalu sulit untuk dijelaskan, karena grafik EEG tidak membuktikan juga tidak menunjukkan adanya rasa sakit itu.
Hadits Rasulullah tentang penyembelihan ini:
“…….. dan apabila kalian menyembelih, maka hendaklah berbuat ihsan dalam menyembelih. (Yaitu) hendaklah salah seorang dari kalian menajamkan pisaunya agar meringankan binatang yang disembelihnya.” (H.R. Muslim).
Rabu, 02 Januari 2013
Musim Penghujan dan Percikan Najis

Seiring dengan datangnya musim hujan, banyak ruas jalan yang tergenangi air hujan maupun lumpur, sehingga disaat sedang mengendarai sepeda motor atau ketika sedang berjalan kaki percikan air maupun lumpur tersebut mengenai pakaian yang kita kenakan. Bagaimanakah hukum pakaian tersebut?
Islam adalah agama pembawa rahmat bagi seluruh umat
manusia, terkhusus bagi umat muslim. Kaitannya dengan masalah pakaian,
Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berhati-hati dalam menjaga
kesucian pakaian dari najis, karena hal ini berpengaruh terhadap sah dan
tidaknya shalat, baik yang menempel pada pakaian, badan maupun tempat
shalat.
Islam adalah agama pembawa rahmat bagi seluruh umat
manusia, terkhusus bagi umat muslim. Kaitannya dengan masalah pakaian,
Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berhati-hati dalam menjaga
kesucian pakaian dari najis, karena hal ini berpengaruh terhadap sah dan
tidaknya shalat, baik yang menempel pada pakaian, badan maupun tempat
shalat.
Namun demikian Islam
juga memperhatikan kemudahan, agar tidak terjadi kesulitan. Oleh karena
itu, ada beberapa najis yang dimaafkan, karena sulit dihilangkan ataupun
dihindari. Sebagaimana yang disebutkan dalam Kitab Al-Wajiz (Syarhul
Kabir) karya Imam Al-Ghazali.
Namun demikian Islam
juga memperhatikan kemudahan, agar tidak terjadi kesulitan. Oleh karena
itu, ada beberapa najis yang dimaafkan, karena sulit dihilangkan ataupun
dihindari. Sebagaimana yang disebutkan dalam Kitab Al-Wajiz (Syarhul
Kabir) karya Imam Al-Ghazali.
قال الغزالي : يُعْذَرُ مِنْ طِيْنِ الشَّوَارِعِ فِيْمَا يَتَعَذَّرُ الإِحْتِرَازُ عَنْهُ غَالِبًا
قال الغزالي : يُعْذَرُ مِنْ طِيْنِ الشَّوَارِعِ فِيْمَا يَتَعَذَّرُ الإِحْتِرَازُ عَنْهُ غَالِبًا
Imam Al-Ghazali berkata: Pakaian yang terkena percikan lumpur maupun
air dijalan karena sulitnya menghindarkan diri darinya, maka hal ini
dimaafkan.
Imam Al-Ghazali berkata: Pakaian yang terkena percikan lumpur maupun
air dijalan karena sulitnya menghindarkan diri darinya, maka hal ini
dimaafkan.
Kemudian jika percikan air maupun lumpur tersebut
diyakini mengandung najis, misalnya genangan air tersebut adalah luapan
dari got ataupun comberan yang najis. Maka hal ini juga dimaafkan jika
memang percikan tersebut sedikit. Seperti pendapat Imam Ar-Rafi’I dalam
kitabnya Al-Aziz Syarhul Wajiz.
Kemudian jika percikan air maupun lumpur tersebut
diyakini mengandung najis, misalnya genangan air tersebut adalah luapan
dari got ataupun comberan yang najis. Maka hal ini juga dimaafkan jika
memang percikan tersebut sedikit. Seperti pendapat Imam Ar-Rafi’I dalam
kitabnya Al-Aziz Syarhul Wajiz.
وَأَمَّا مَا تَسْتَيْقِنُ
نَجَاسَتَهُ فَيُعْفَى عَنِ القَلِيلِ مِنْهُ. وأمَّا الكَثِيْرُ فَلاَ
يُعْفَى عنهُ كَسَائِرِ النَّجَاسَاتِ
وَأَمَّا مَا تَسْتَيْقِنُ
نَجَاسَتَهُ فَيُعْفَى عَنِ القَلِيلِ مِنْهُ. وأمَّا الكَثِيْرُ فَلاَ
يُعْفَى عنهُ كَسَائِرِ النَّجَاسَاتِ
Jika diyakini jalan
tersebut ada najisnya, maka hukumnya dimaafkan jika percikan tersebut
hanya sedikit, namun jika percikan tersebut banyak maka tidak dimaafkan,
sebagaimana hukumnya najis-najis yang lain.
Jika diyakini jalan
tersebut ada najisnya, maka hukumnya dimaafkan jika percikan tersebut
hanya sedikit, namun jika percikan tersebut banyak maka tidak dimaafkan,
sebagaimana hukumnya najis-najis yang lain.
Alasan kenapa
najis yang sedikit di atas dimaafkan, karena akan memberatkan jika harus
diperintahkan untuk segera mencuci pakaian yang terkena percikan
tersebut. Padahal ia hanya membawa satu pakaian dan juga ia harus
memenuhi kebutuhan hidupnya.
(Sumber : nu.or.id)
Alasan kenapa
najis yang sedikit di atas dimaafkan, karena akan memberatkan jika harus
diperintahkan untuk segera mencuci pakaian yang terkena percikan
tersebut. Padahal ia hanya membawa satu pakaian dan juga ia harus
memenuhi kebutuhan hidupnya.
(Sumber : nu.or.id)
Selasa, 01 Januari 2013
Mengapa Babi Diharamkan dalam Islam
Al Qur'an meriwayatkan hewan babi diharamkan untuk dimakan dalam Islam. "Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman "Diharamkan bagimu [memakan] bangkai darah, daging babi, [daging hewan] yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya dan [diharamkan bagimu] yang disembelih untuk berhala" (Qur'an Surah Al Maidah:3)
Simak juga surah al-Ana’am ayat 145, yang bermaksud: “Katakanlah tidak ku dapati di dalam apa yang diwahyukan kepadaku sesuatu yang diharamkan memakannya bagi yang ingin memakannya kecuali daging hewan yang mati (bangkai), darah yang mengalir, daging babi.”
Fakta-fakta di lapangan tentang babi
menjadi alasan empiris sekaligus ilmiah yang menguatkan penegasan Al
Qur'an akan keharamannya. ilmu kedokteran pun telah membuktikan bahwa
babi adalah inang dari banyak macam parasit dan penyakit berbahaya.
salah satunya disebabkan sistem biokimia babi hanya mengeluarkan 2 %
dari seluruh uric acid [asam urat, C5H4N4O3] dari dalam tubuhnya. Bertolak belakang dengan sistem metabolisme dalam tubuh manusia yang
mengeluarkan 98 % kandungan asam uratnya melalui air seni. Asam urat
adalah sampah dalam darah yang terbentuk akibat metabolisme tubuh yang
tidak sempurna dan bersifat racun.
Dr. Murad Hoffman,
seorang pengarah klinik laboratorium mikrobiologi di Boston, Medical
Centes, Massachusetts yang juga seorang asisten profesor di Pathology
and Laboratory Medicine, Boston University School of Medicine menyatakan
bahwa terdapat lebih dari 25 penyakit yang bisa menyebar dari babi
seperti anthrax, influensa, leptospirosis, rabies, dan salmonellosis. Penelitian ilmiah di China & Swedia menyimpulkan bahwa daging babi
merupakan penyebab utama kanker anus dan kanker usus besar. Persentase
penderita kedua penyakit ini di negara-negara yang penduduknya mayoritas
memakan babi meningkat drastis, terutama di negara-negara Eropa,
Amerika, China, dan India. Sementara, di negara-negara Islam
persentasenya sangat rendah, hanya 1/1000 orang, hasil penelitian ini
dipublikasikan dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat
Pencernaan di Sao Paolo, Brazil, 1986.
Selain itu babi
adalah binatang yang paling jorok, sangat suka berada ditempat yang
kotor, suka memakan kotorannya sendiri, tidak tahan terhadap sinar
matahari, pemalas, tidak gesit, dan paling rakus diantara hewan jinak
lainnya. Babi juga suka dengan sejenis dan tidak pencemburu. (Sumber : A.V. Nalbandov dan N.V. Nalbandov dalam Buku Adaptive Physiology on Mammals and Birds).
Cukup terkejut juga ketika melihat dalam Youtube mengenai satu ujian yang
sangat mudah yaitu dengan mengambil dua potongan daging babi dan
diletakkan dalam bekas besi, kemudian dicurahkan air minuman berkarbonat
ke atas daging babi itu. Selepas dibiarkan dua jam, kelihatan begitu banyak sekali ulat kecil merayap keluar dari daging babi itu. Hal ini disebabkan dua hal; Pertama dahsyatnya dan
jijiknya daging itu. Kedua, bangga menjadi Muslim betapa agungnya
syariat Allah yang mengharamkan makan daging babi dan betapa Al-Quran
memang kitab petunjuk dari langit dan segala yang terkandung di dalamnya dan terlarang mesti dihindari.
Pengharaman babi dalam Al-Quran sepatutnya dikaitkan dengan wabah
dahsyat yang sedang melanda dunia yaitu
H1N1 yang sudah merenggut puluhan nyawa.Subhanallah, Maha Suci Allah yang mengetahui keburukan apa yang dicipta-Nya. Hasil kajian barat, babi membawa virus dan sejenis kuman yang tidak
mati di dalam genetik babi yang membawa 70 jenis penyakit.
Islam
mengajarkan tentang tata cara penyembelihan hewan yang halal
dikonsumsi, yang diawali dengan menyebut nama Allah yang Maha Kuasa dan
kemudian membuat irisan memotong urat nadi leher hewan dan membiarkan
urat-urat dan organ lainnya utuh. Cara ini akan mengakibatkan kematian
hewan secara perlahan karena terputusnya sirkulasi darah dalam tubuh,
bukan dengan cara mencederai organ vital hewan seperti menusuk bagian
jantung, hati atau memukul bagian kepalanya. Sebab dengan mencederai
organ-organ vital tersebut, hewan akan mati seketika dan darahnya
mengumpul dalam urat-uratnya yang pada akhirnya mencemari daging, daging
hewan akan tercemar oleh asam urat sehingga menjadi racun.
Pada
titik inilah, para ahli makanan baru menyadari betapa sempurnanya
tuntunan ajaran Islam. Tahukah Anda, bahwa babi tidak punya leher
sehingga tidak bisa disembelih di bagian lehernya ? tentu tidak ada yang
kebetulan di dunia ini. Allah Subhanahu Wa Ta'ala mendesain fisik babi
tidak berleher dan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam
mengajarkan pada umatnya untuk menyembelih hewan di leher. Maha Benar
Allah yang telah mengharamkan babi bagi umat Islam. dan Allah
menunjukkan bukti-bukti ilmiah kebenarannya dengan caraNya sendiri.
(sumber : facebook dan blog Islamic)
Jangan Dekati Masjid dengan Bau Rokok
Hukum Rokok
1- Kita dilarang membinasakan diri kita sendiri dan mencelakakan orang lain.
Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (QS. An Nisaa’: 29).
Dalam ayat lain, Allah Ta'ala berfirman,
وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
"Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan". (QS. Al Baqarah: 195).
Begitu pula dalam hadits disebutkan bahwa jangan sampai menyakiti orang lain. Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
لا ضَرَرَ ولا ضِرارَ
"Tidak boleh memulai memberi dampak buruk (mudhorot) pada orang lain, begitu pula membalasnya." (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3/77, Al Baihaqi 6/69, Al Hakim 2/66. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih). Dalam hadits ini dengan jelas terlarang memberi mudhorot pada orang lain dan rokok termasuk dalam larangan ini.
Para dokter pun telah meneliti bahwa rokok membawa berbagai macam racun. Bahkan hasil penelitin juga membuktikan bahwa 25 juta orang meninggal dunia dalam setahun di muka bumi gara-gara sebab utama adalah rokok. Ini menjadi bukti bahwa rokok bisa mencelakakan diri sendiri.
2- Badan manusia bukanlah dia yang memiliki sendiri, tetapi milik Allah (Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun), jadi sebaiknya yang halal dan thoyib.
3- Rokok termasuk suatu yang khobits (kotor). Sifat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau dihalalkan yang thoyyib (bagus) dan diharamkan yang khobits (jelek). Dan jelas bau rokok yang ditimbulkan sangat tidak disukai.
>>Menghadiri Shalat Jama’ah dalam Keadaan Berbau Rokok
Mengenai masalah ini, para ulama berselisih pendapat, bolehkah seseorang yang bau rokok menghadiri shalat jama’ah. Ada yang berpendapat haram, ada yang menyatakan makruh. Pendapat yang tepat dalam masalah ini adalah tidak dibolehkan menghadiri shalat berjama’ah bagi orang semacam itu. Di antara alasannya:
1- Hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ - يَعْنِى الثُّومَ - فَلاَ يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا
“Barangsiapa yang makan tanaman ini -yaitu bawang-, maka janganlah dia mendekati masjid kami” (HR. Bukhari no. 853 dan Muslim no. 561). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang hal ini karena orang yang mulutnya bau bawang akan menyakiti jama’ah lainnya. Maka hal yang sama ditimbulkan oleh rokok.
2- Rasulullah saw. bersabda, “Siapa saja yang memakan pohon yang tidak sedap ini, janganlah mendekati masjid kami. Sesungguhnya malaikat akan merasa sakit (karena aromanya) seperti halnya manusia (HR. Muslim, dari Jabir ra).
Bila Malaikat tidak suka dengan bau yang tidak sedap seperti bawang, maka bau rokok juga tidak suka. Sebenarnya ini yang menjadi dasar rokok termasuk makruh hukumnya. Tetapi bila merusak kesehatan maka hukumnya haram. Demikian menurut para ulama.
1- Kita dilarang membinasakan diri kita sendiri dan mencelakakan orang lain.
Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (QS. An Nisaa’: 29).
Dalam ayat lain, Allah Ta'ala berfirman,
وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
"Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan". (QS. Al Baqarah: 195).
Begitu pula dalam hadits disebutkan bahwa jangan sampai menyakiti orang lain. Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
لا ضَرَرَ ولا ضِرارَ
"Tidak boleh memulai memberi dampak buruk (mudhorot) pada orang lain, begitu pula membalasnya." (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3/77, Al Baihaqi 6/69, Al Hakim 2/66. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih). Dalam hadits ini dengan jelas terlarang memberi mudhorot pada orang lain dan rokok termasuk dalam larangan ini.
Para dokter pun telah meneliti bahwa rokok membawa berbagai macam racun. Bahkan hasil penelitin juga membuktikan bahwa 25 juta orang meninggal dunia dalam setahun di muka bumi gara-gara sebab utama adalah rokok. Ini menjadi bukti bahwa rokok bisa mencelakakan diri sendiri.
2- Badan manusia bukanlah dia yang memiliki sendiri, tetapi milik Allah (Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun), jadi sebaiknya yang halal dan thoyib.
3- Rokok termasuk suatu yang khobits (kotor). Sifat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau dihalalkan yang thoyyib (bagus) dan diharamkan yang khobits (jelek). Dan jelas bau rokok yang ditimbulkan sangat tidak disukai.
>>Menghadiri Shalat Jama’ah dalam Keadaan Berbau Rokok
Mengenai masalah ini, para ulama berselisih pendapat, bolehkah seseorang yang bau rokok menghadiri shalat jama’ah. Ada yang berpendapat haram, ada yang menyatakan makruh. Pendapat yang tepat dalam masalah ini adalah tidak dibolehkan menghadiri shalat berjama’ah bagi orang semacam itu. Di antara alasannya:
1- Hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ - يَعْنِى الثُّومَ - فَلاَ يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا
“Barangsiapa yang makan tanaman ini -yaitu bawang-, maka janganlah dia mendekati masjid kami” (HR. Bukhari no. 853 dan Muslim no. 561). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang hal ini karena orang yang mulutnya bau bawang akan menyakiti jama’ah lainnya. Maka hal yang sama ditimbulkan oleh rokok.
2- Rasulullah saw. bersabda, “Siapa saja yang memakan pohon yang tidak sedap ini, janganlah mendekati masjid kami. Sesungguhnya malaikat akan merasa sakit (karena aromanya) seperti halnya manusia (HR. Muslim, dari Jabir ra).
Bila Malaikat tidak suka dengan bau yang tidak sedap seperti bawang, maka bau rokok juga tidak suka. Sebenarnya ini yang menjadi dasar rokok termasuk makruh hukumnya. Tetapi bila merusak kesehatan maka hukumnya haram. Demikian menurut para ulama.
(sumber : Strawberry)
Langganan:
Postingan (Atom)




